Selasa, 10 Maret 2015

Inilah Amalan dari Rasulullah SAW untuk Melancarkan Rezeki

https://vanilailablog.files.wordpress.com/2013/11/hand-raised-in-prayer-islam.jpg

Dikutip dari TribunPekanbaru.Com

Ibadah zikir, sangat dianjurkan kapan saja dan pada saat apa saja. Tidak peduli panas, hujan, mendung, atau terik, zikir tetap disarankan.

Tidak ada ketentuan bahwa zikir mesti diperbanyak saat saluran rezeki tersumbat atau kredit macet. Demikian juga di waktu senang. Singkatnya lidah tidak boleh kering dari zikir di mana saja dan kapan saja.

Tetapi memang ada kalanya Rasulullah SAW menganjurkan para sahabat untuk melazimkan suatu amal. Sementara Rasulullah SAW sendiri menyebutkan buah dari amal tersebut atau tidak menyebutkannya sama sekali.

Berikut, seperti dimuat nu.or.id, ini merupakan amalan yang dianjurkan Rasul SAW kepada sejumlah sahabatnya dengan faidah melonggarkan saluran-saluran rezeki. Demikian disebutkan Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah I‘anatut Thalibin ala Fathil Mu‘in.

Tersebut dalam banyak hadits sahih sebuah riwayat di mana Nabi Muhammad SAW memerintahkan sejumlah sahabatnya untuk mengamalkan bacaan ini demi memperlapang rezeki. Sebagian ‘arifin mengatakan, amalan ini teruji dalam melapangkan rezeki lahir maupun batin.

Bacaan yang dimaksud ialah “La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin” setiap hari 100 kali. “Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim, astaghfirullahal adzim” setiap hari 100 kali.
Banyak guru besar menganggap baik melazimkan bacaan ini saat di antara sembahyang sunah Subuh
dan sembahyang Subuh. Kalau kesempatan itu luput, maka bacalah setelah Subuh hingga sebelum fajar menyingsing. Bila di waktu itu luput juga, maka bacalah setelah matahari gelincir (penanda Zhuhur). Singkatnya, kalau bisa jangan sampai setiap orang mengarungi hari-harinya tanpa bacaan ini.

Rezeki yang dimaksud di atas mencakup rezeki lahir maupun batin. Artinya, tidak ada salahnya kalau bacaan ini diamalkan oleh para murid yang cenderung bebal menerima pelajaran atau mereka yang sulit mengubah kebiasaan buruk menjadi baik. Yang jelas, amalan ini menambah pahala yang bersangkutan.

“La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin. Muhammadur Rasulullah Ash-shadiqul Wa‘dil Amin” merupakan kalimat yang tertera di pintu Ka‘bah. Siapa membacanya, akan mendapat pahala yang besar. Demikian keterangan Mufti Jakarta Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya "Kitab Sifat Dua Puluh" dengan bahasa Arab Melayu. Wallahu A ‘lam.

(nu.or.id)

Sumber : pekanbaru.tribunnews.com
Gambar : goggle.co.id



Buah Inilah Yang Bisa Membuat Kulit Halus & Tidak Cepat Keriput

http://infomedan.net/wp-content/uploads/Makanan-Bergizi-Buah-Buahan.jpg

Dikutip dari TribunTimur.Com

Bagi Anda yang ingin menjaga kulit halus bebas keriput,  ada cara yang mudah, murah da  sehat, yakni, kurangi stres, banyak minum air putih dan rajin makan lima buah-buahan anti kulit keriput.
Berikut ini, seperti dilansir DechaCare.com,  lima buah untuk kulit halus bebas keriput:
Tak perlu operasi plastik untuk mendapatkan kulit halus bebas keriput.

1. Tomat
 http://berbinarbinar.com/wp-content/uploads/2013/01/Khasiat-Jus-Tomat.jpg

Konsumsi lima sendok makan pasta tomat setiap hari selama tiga bulan dapat memberi perlindungan hingga 25 persen dari noda hitam. Kulit juga memiliki lebih banyak kolagen yang membuatnya elastis serta kandungan antioksidan yang tinggi dapat mencegah penuaan dini.

2. Strawberry

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQXeZvNGobH5rIPrF_SB0Jeixn-KCcoadJU7omBFcloxC1Ns3Cfog

Satu gelas jus strawberry memberikan 100 persen kandungan vitamin C dan antioksidan yang menjaga kehalusan kulit. Kandungan asam ellagic pada strawberry juga melindungi serat elastis yang melindungi kulit dari kendur.

3. Apel
 http://www.mitrakosmetik.com/wp-content/uploads/2014/03/Manfaat-Buah-Apel-Untuk-Menghilangkan-Jerawat.gif
Mengandung quercetin yang memberikan perlindungan dari sinar UV B penyebab kanker kulit. Makan dua apel dalam satu minggu juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Pastikan makan bersama kulitnya karena di bagian itu yang paling banyak mengandung antioksidan.

4. Lemon
  http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRPvHgapnQyPlmpLBayYpH6IRohhOinKGhu-U0hJDRTpJb36Y7frQ
Lemon mengandung kadar vitamin C yang tinggi, yang dapat membantu meregenerasi sel kulit mati. Lemon juga mengandung bioflavonoid yang efektif melindungi kulit dari sinar UV. Konsumsi air lemon tiap pagi menambah kebugaran dan kesehatan kulit.

5. Blueberry

https://parkstreetbb.files.wordpress.com/2013/12/blueberry-fruit-34914645-1600-1517.jpg

Buah berwarna biru kehitaman ini mampu melindungi kulit dari bahaya oksidasi dan radikal bebas. Selain itu, konsumsi jus blueberry setiap hari juga dapat mencegah penyakit kanker.

(DechaCare.com)


Sumber : makassar.tribunnews.com
Gambar : Google.Co.Id

Senin, 02 Maret 2015

4 Amalan Unggulan Muslimah

http://ak7.picdn.net/shutterstock/videos/2609942/preview/stock-footage-beautiful-young-muslimah-women-student-walking-around-the-recreation-park-and-talking-with-someone.jpg

Dikutip dari Ummi-Online.Com

Wahai sahabat, sudahkah memiliki amalan unggulan yang secara kontinyu kita lakukan setiap harinya?

“Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabb-nya dengan sesuatu apapun.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, “Sesungguhnya amalan jika ikhlas namun tidak benar maka tidak akan diterima. Demikian pula apabila amalan itu benar tapi tidak ikhlas juga tidak diterima sampai ia ikhlas dan benar. Ikhlas itu jika diperuntukkan bagi Allah, sedangkan benar jika berada di atas Sunnah/tuntunan.” (lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 19 cet. Dar al-Hadits).

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. [HR. Muslim]

Berikut ini beberapa amalan unggulan yang telah dicontohkan oleh Sahabat Rasulullah, yang insya Allah mudah untuk diikuti oleh para muslimah, selamat mempraktekkan:

1.Istighfar

Suatu ketika Hasan Al Basri didatangi tiga orang yang membawa masalahnya masing-masing. Orang pertama mengadu tentang ladangnya yang gagal panen, orang kedua belum juga dikaruniai keturunan padahal sudah lama menikah, dan orang ketiga mengeluh tentang nasib dirinya yang miskin.
Kepada ketiga orang itu Hasan Al Basri menjawab hal yang sama, “Mohon ampunlah kepada Allah (istighfar).” Murid-muridnya heran, mengapa semua permasalahan yang diadukan itu jawabannya sama.

Hasan Al Basri pun berkata, “Tidakkah kau membaca seruan Allah,” kemudian beliau membacakan firman-Nya, “Maka Aku katakan kepada mereka, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia itu Maha Pengampun. (Dengan beristighfar) niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebunkebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” (QS Nuh [71]: 10-13).

Ketiga orang itu lalu menjalankan nasihat Hasan Al Basri, dan Allah mengabulkan doa-doa mereka.
Sahabat Ummi, sulitkah beristighfar? Tentu tidak. Namun, menjadikan istighfar sebagai amalan unggulan tentu memerlukan pembiasaan yang tidak sebentar. Jika ingin menjadikan istighfar sebagai amalan unggulan kita, yuk biasakan diri beristighfar setiap menghadapi persoalan apapun!

2. Menjaga wudhu

Saat Rasulullah saw dalam perjalanan Mi’raj dan singgah di surga, beliau mendapat gambaran bahwa Bilal akan mendapatkan surga. Rasulullah kemudian bertanya pada Bilal, “Hai Bilal, mengapa engkau mendahuluiku masuk surga? Sesungguhnya ketika aku masuk surga tadi malam (malam Isra’), aku mendengar suara terompahmu.”

Bilal menjawab, “Aku tidak tahu. Hanya saja, setiap kali aku hendak azan aku shalat dua rakaat. Dan tiap kali aku berhadats, aku berwudhu shalat sunah dua rakaat.”

Ada sebagian muslimah yang merasa kesulitan untuk terus-menerus menjaga diri dalam kondisi berwudhu, akan tetapi jika kita mampu melakukannya secara kontinyu, tentu hal ini dapat menjadi amalan unggulan yang membawa kita ke syurga sebagaimana Bilal Bin Rabbah.

3. Memaafkan orang lain sebelum tidur

Suatu hari, Rasulullah saw dan para sahabat tengah di masjid. Beliau mengatakan bahwa akan datang seorang ahli surga. Lalu datanglah seorang badui. Hingga dua hari berikutnya Rasulullah mengatakan hal yang sama, dan yang hadir si badui tersebut.

Para sahabat bingung, apa yang membuat orang itu disebut calon penghuni surga. Amr bin Amru bin Ash, yang diizinkan Rasulullah untuk menginap di rumah badui itu tidak menemukan sesuatu yang istimewa setelah tiga hari bersamanya. Akhirnya Amr bertanya kepadanya, mengapa Rasulullah sampai menyebutnya calon penghuni surga. Orang badui itu bingung dan mengingat-ingat amalan yang ia lakukan.

“Sebenarnya setiap malam sebelum aku tertidur, aku selalu mendoakan orang-orang, aku maafkan semua kesalahan dan mengikhlaskan semua, lalu aku berdoa untuk mereka,” tuturnya.
Amr terkejut dan berkata, “Ya paman, sekarang aku percaya bahwa kau calon penghuni surga. Dengan amalan itu kau akan dimasukkan ke dalam surga.”

Sungguh amalan yang amat menyehatkan, yakni memaafkan kesalahan setiap orang menjelang tidur. Jika kita menganggap bahwa memaafkan itu tidak membuat hati puas, maka kita telah keliru, karena faktanya… memaafkan itu tidak hanya membuat hati lapang, pikiran tenang, melainkan juga membuat tubuh kita sehat secara fisik dan psikis, insya Allah.

4. Dzikir setelah shalat

Di masa awal hijrah, kaum Muhajirin belum memiliki pekerjaan, belum mapan. Mereka mengadu kepada Rasulullah saw karena merasa orang-orang kaya di sana bisa mendapatkan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang langgeng dengan menyedekahkan harta. Mereka ingin pula bisa mengejar kebaikan.

“Mereka shalat dan puasa seperti kami, tapi mereka bersedekah, bagaimana dengan kami? Kami sudah ketinggalan mereka dalam beribadah, ya Rasul.”

Rasulullah pun mengajarkan mereka agar membaca tasbih 33 x, tahmid 33 x, dan takbir 33 x setelah shalat untuk mengejar ‘ketertinggalan’. Kemudian mereka pergi shalat dan mengikuti perkataan Rasulullah.

Sahabat Ummi, dzikir setelah shalat dengan menggunakan ruas-ruas jari-jemari kita adalah hal simple yang berdampak luar biasa, sekali lagi… hanya jika kita mampu melakukannya secara kontinyu terus-menerus setiap harinya.

Semoga Allah memberikan kita kemampuan untuk memiliki amalan unggulan yang membawa kita bertemu dengan-Nya di syurga kelak. Aamiin.

Sumber : http://ummi-online.com

7 Tips Bertaubat dari Kebiasaan Ber-Masturbasi (Onani)

http://hati.unit.itb.ac.id/uploads/pics/taubat2.jpg


Dikutip dari Ummi-Online.Com


Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” 
(HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

Wahai sahabat, sesuatu yang telah menjadi candu biasanya sangat sulit untuk diubah, akan tetapi bukannya mustahil dihilangkan!

Para ulama memberi nasehat bagi orang yang telah merasa kecanduan melakukan onani, hendaklah ia perbanyak do’a, rajin menundukkan pandangan dari melihat yang haram, dan rajin berolahraga untuk menurunkan syahwatnya.

Namun jika ia dihadapkan pada dua jalan yaitu berzina ataukah onani, maka hendaklah ia memilih mudhorot yang lebih ringan yaitu onani, sambil diyakini bahwa perbuatan tersebut adalah suatu dosa sehingga ia patut bertaubat, memperbanyak istighfar dan do’a.

Berikut ini 7 solusi bertobat dari kebiasaan buruk melakukan onani:
  1. Banyak berdo’a dan bertaubat kepada Allah, untuk berhenti dari onani selamanya.
  2. Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri.
  3. Bergaullah dengan orang-orang yang alim, cerdas, sholeh, beriman, bertakwa. Teman karib yang baik sangat berpengaruh pada seseorang ibarat seseorang yang berteman dengan penjual minyak wangi. Kalau tidak diberi gratis, kita bisa dapat bau harumnya secara cuma-cuma.
  4. Sibukkan diri dengan beribadah terutama banyak melakukan puasa sunnah karena puasa akan mudah mengekang syahwat. Sibukkan diri pula dengan menjaga shalat berjamaah, shalat malam, berzikir, dan membaca Alquran serta melakukan hal bermanfaat seperti olahraga.
  5. Jika Anda “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar beronani” memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat.Juga, Sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekadar tambahan, kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat, disebabkan karena sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.
  6. Hindari melihat tontonan, tayangan, gambar, video, yang “syur”, “aduhai”, atau porno, baik di internet, televisi, VCD, DVD, dsb. Hindari juga “bacaan dewasa”, “kisah panas”, atau “bumbu-bumbu seksual”.
  7. Sadarilah bahwa onani hanya akan menghabiskan energi dan waktu yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya yang bermanfaat.

Sumber : http://ummi-online.com

Isri Yang Dijamin Masuk Surga

https://tausyah.files.wordpress.com/2012/06/istri-solehah.jpg?w=614

Dikutip dari TribunTimur.Com

Tahukah Anda istri yang dijamin masuk surga? dalam hadits shahih, Rasulullah menyebutkan nama-nama mereka. Sebagian disertai penjelasan amal-amal istimewa yang mereka lakukan sehingga mendapatkan jaminan itu.

Misalnya, Bilal bin Rabah. Ketika Rasulullah melakukan isra’ mi’raj, beliau mendengar suara terompah di surga. Ternyata itu adalah suara terompah Bilal. Ia telah dijamin masuk surga. Apa amal istimewanya? Rupanya Bilal senantiasa menjaga wudhu.

Begitu batal, muadzin Rasulullah itu segera mengambil air wudhu dan kemudian shalat sunnah dua rakaat. Demikian seterusnya.

Selain mendengar suara terompah laki-laki, Rasulullah pada isra’ mi’raj itu juga mendengar suara langkah kaki wanita. Siapakah wanita yang dijamin masuk surga itu? Dalam hadits riwayat Muslim, para Malaikat menjawab, “Dia adalah Ghumaisha’ binti Mahlan, ibu Anas bin Malik”

Siapakah Ghumaisha’ binti Mahlan? Mungkin nama itu asing bagi kita. Sebab kita lebih mengenalnya dengan nama kunyahnya; Ummu Sulaim.

Dalam sirah shahabiyah, dipaparkan amal istimewa Ummu Sulaim. Yakni kesabaran dan romantisnya terhadap suami.

Suatu hari, Abu Thalhah suami Ummu Sulaim berangkat berjihad. Ia tetap berangkat meskipun anaknya pada saat itu sedang demam, sakit.

Ditinggal Abu Thalhah, kondisi anak tidak membaik, justru ia kemudian meninggal. Sebagai ibu, Ummu Sulaim tentu merasa kehilangan. Tetapi kesabarannya sungguh luar biasa.

Selang beberapa jam setelah sang anak meninggal, Abu Thalhah pulang. Ummu Sulaim menyambutnya dengan wajah penuh cinta; tanpa rona kesedihan sedikitpun.

“Bagaimana kondisi anak kita?” tanya Abu Thalhah.

“Sekarang ia lebih tenang” jawab Ummu Sulaim. Dan memang benar, anak yang meninggal pastilah lebih tenang daripada ketika ia sakit. Apalagi anak kecil yang tidak punya dosa, begitu meninggal ia tidak punya beban sama sekali.

Ummu Sulaim mempersilahkan Abu Thalhah makan dulu, apa keperluannya dilayani, rasa lelahnya diobati, tubuh yang capek dipijati, dan sebagainya. Hingga puncaknya, Abu Thalhah diajaknya melepas rindu, bersatu dalam nikmat surga dunia.

Paginya, Ummu Sulaim bertanya kepada Abu Thalhah. “Wahai suamiku, jika ada orang yang menitipkan barang kepada kita, lalu suatu saat orang itu datang mengambilnya, apa yang kita lakukan?”

“Tentu kita harus mengembalikan barang titipan itu,” jawab Abu Thalhah.

“Sesungguhnya anak kita telah meninggal. Ia titipan Allah, dan telah diambil olehNya sebelum engkau pulang”

Abu Thalhah tidak marah. Tetapi, ia merasa terkejut dengan kabar ini. Bagaimana mungkin semalam ia begitu bahagia, padahal anaknya telah tiada. Tidak puas dengan hal ini, ia pun mengadu kepada Rasulullah.

Apa jawaban Rasulullah? Beliau justru memuji sikap Ummu Sulaim yang sangat sabar dan penuh kasih sayang itu. Ummu Sulaim telah melakukan hal istimewa yang tidak bisa dilakukan oleh banyak wanita lainnya.

Ia mampu bersabar atas musibah yang dialaminya. Ia tidak langsung memberitahukan suaminya agar ia istirahat dulu dan menenangkan diri. Bahkan ia dijamu dengan jima’ yang membuatnya berbahagia. “Allah memberkahi apa yang kalian lakukan semalam,” sabda Rasulullah.

Dan benar. Dari hubungan malam itu Abu Thalhah dan Ummu Sulaim dikaruniai anak yang hafal Qur’an. Dan bukan hanya anak itu, seluruh anak mereka yang berjumlah sembilan orang semuanya juga hafal Qur’an. (Muchlisin BK/keluargacinta.com)

Sumber : makassar.tribunnews.com

3 Tanda Wanita Baik Hati dan Membahagikan Menurut Nabi

http://i1167.photobucket.com/albums/q626/Kebahagianmu/gambarsuamiistrimuslim1.jpg

Dikutip dari TribunTimur.Com

Sudah tahu kriteria wanita yang baik hati dan membahagiakan untuk dijadikan istri, menurut Nabi?
Kriteria ini juga perlu diketahui oleh muslimah untuk memperbaiki dirinya sehingga layak disebut Rasulullah sebagai wanita baik hati.
إِنَّ مِنْ يُمْنِ الْمَرْأَةِ تَيْسِيرَ خِطْبَتِهَا وَتَيْسِيرَ صَدَاقِهَا وَتَيْسِيرَ رَحِمِهَا
“Diantara tanda wanita yang baik hati dan membahagiakan adalah mudah khitbahnya, mudah maharnya, dan mudah rahimnya” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
Berikut ini kriteria wanita dimaksud seperti dilansir KeluargaCinta.com:

Mudah Khitabahnya

Ada kalanya wanita sangat sulit dikhitbah. Meskipun sudah datang lelaki shalih dan hatinya condong kepadanya, ia menyulitkan laki-laki tersebut untuk mengkhitbahnya karena mensyaratkan begini dan begitu. Mensyaratkan membawa ini dan membawa itu.

Umumnya, wanita yang menyulitkan khitbah ini karena keluarganya memiliki ‘SOP’ yang rumit terkait khitbah dan nikah. Memilih hari berdasarkan perhitungan ‘hari baik-hari nahas’ termasuk bagian dari menyulitkan khitbah.
Mensyaratkan materi mahal dan tata cara rumit juga termasuk bagian dari menyulitkan khitbah.

Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu punya cara bagaimana mengetahui wanita yang mudah dikhitbah. Ia cukup mengatakan, ”Aku Bilal bin Rabah.

Seorang sahabat Rasulullah. Dulu aku orang yang sesat, tetapi Allah telah menuntunku. Dahulu aku seorang budak dari Habasyah, tetapi Allah telah membebaskanku. Kedatanganku ke sini ingin melamar… Jika lamaranku diterima aku akan katakan Alhamdulillah, tetapi jika lamaranku ditolak, aku akan mengatakan Allahu Akbar!”

Mudah Maharnya

Kriteria kedua adalah mudah maharnya. Meskipun Islam memuliakan wanita dengan menyerahkan mahar kepadanya serta tidak membatasi jumlah maharnya, banyak contoh dari generasi pertama umat ini betapa mereka memudahkan mahar. Ada diantara mereka yang maharnya baju besi, ada pernikahan dengan mahar sepasang sandal, cincin besi, ada pula yang maharnya membaca Al Qur’an.

Di negeri kita, urusan mahar umumnya mudah. Banyak pengantin yang maharnya seperangkat alat shalat meliputi mukena, sajadah dan sejenisnya. Namun ada pula yang meminta mahar yang menyulitkan; bisa karena jumlahnya yang sangat besar, atau jumlahnya yang membuat calon suami kerepotan. Misalnya nikahnya pada tanggal 22 November 2014, ia meminta mahar uang sejumlah Rp 22.112.014,-

Mudahnya mahar ini juga mengundang keberkahan tersendiri. Sebagaiamana disebutkan pada hadits lain yang dicantumkan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah bahwa pernikahan yang besar keberkahannya adalah yang paling murah maharnya.

Subur

Subur, mudah hamil dan melahirkan. Jika dua kriteria sebelumnya mudah dilihat dan membuat calon suami bahagia sejak awal, kriteria ketiga ini sulit dilihat dan pengaruhnya pada kebahagiaan setelah pernikahan berjalan sekian lama.

Jika dua kriteria sebelumnya merupakan sikap wanita yang bisa dituntut untuk menjadi seperti itu, kriteria ketiga ini laksana ‘misteri’ dan seorang wanita tidak berdosa jika tidak berhasil memenuhinya manakala itu menjadi takdirnya.

Meskipun seperti ‘misteri’ dan tidak dapat diketahui secara pasti, namun ada cara untuk melihat apakah seorang wanita termasuk ‘mudah rahimnya’ atau tidak. Sedikitnya, ada 5 cara untuk mengetahuinya.

Jika pada dua kriteria sebelumnya seorang muslimah dapat memperbaikinya secara langsung melalui perubahan pemahaman dan sikap, pada kriteria ketiga ini ikhtiar yang bisa dilakukan seorang muslimah sebatas menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit yang berdampak pada kesuburan, mengkonsumsi makanan yang mendukung kesuburan serta banyak berdoa.
Yakinlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengabulkan doa hambanya. Mintalah dengan sungguh-sungguh kepadaNya agar menjadi bagian pemegang saham dari kebanggan Rasulullah akan banyaknya umat beliau. (Muchlisin BK/Keluargacinta.com)

 Sumber : makassar.tribunnews.com

Selalu Memakai Bra Ternyata Berbahaya

http://sidomi.com/wp-content/uploads/2014/11/bra.jpg

Dikutip dari TribunTimur.Com

Mengenakan bra setiap saat mungkin sudah jadi kebiasaan terhadap kebanyakan perempuan. Sudah tahu nggak jika rajin melepas bra itu menyehatkan?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Franche-Comte, tak mengenakan bra sesekali akan menyehatkan payudara.

Seperti dikabarkan DechaCare.com, penelitian dilakukan dengan menganalisis 320 wanita selama 15 tahun. Diketahui, wanita yang selama beberapa waktu tak mengenakan bra memiliki payudara yang lebih stabil dan kencang. Hal ini dibandingkan wanita yang selalu mengenakan bra setiap saat.

Tim peneliti beranggapan kalau bra bekerja seperti ligamen payudara. Sehingga mengurangi efektivitas kerja ligamen dan membuat payudara jadi lebih mudah mengendur.
Hal ini juga dibenarkan oleh Katy Bowman, seorang biomechanist.

Menurut Katy Bowman, tanpa bra penting agar ligamen menyangga berat payudara yang sesungguhnya. Sehingga, fungsinya tetap maksimal.

Tentu Anda tak mungkin tak mengenakan bra saat beraktivitas di luar. Untuk itu Bowman menyarankan untuk tak mengenakan bra saat tidur.

Saat beraktivitas dalam rumah, seperti di dapur atau berdandan, Anda juga bisa tak mengenakan bra. Juga sangat disarankan untuk melakukan olahraga yang membentuk otot dada, agar keindahan dan kekencangan payudara tetap terjaga. (DechaCare.com)

 Sumber : makassar.tribunnews.com

Wahai Sahabat Muslimah Ketauilah 8 Hal Ini Yang Bikin Suami Setia dan SelaluTertarik

https://moeflich.files.wordpress.com/2011/04/etika-suami-isteri.jpg

Dikutip dari TribunTimur.Com

Penelitian yang dikutip Dr. Karim Asy Syadzili dalam bukunya Juru’at Minal Hub, ada  delapan hal pada diri istri yang paling menarik perhatian suami, sebagai berikut:

1. Percaya Diri

Kepercayaan diri seorang istri ternyata adalah hal yang paling menarik perhatian suami. Termasuk percaya diri dengan tubuhnya sendiri.
Tidak peduli seperti apa. Kepercayaan diri ini seperti memancarkan aura ketenangan sekaligus tantangan bagi suami untuk bertualang bersamanya.

2. Memahami Kondisi Pasangan

Istri yang memahami kondisi suaminya, semakin menarik bagi suami tersebut. Baik kondisi secara umum seperti kebiasaan dan karakter suami, latar belakang suami, maupun kondisi suami ketika di dalam kamar.

3. Peka dan Perhatian 

Ada kalanya seorang istri sebenarnya cantik, tetapi ia menjadi tidak menarik karena tidak sensitif dan perhatian terhadap suaminya. Suami pulang kerja dalam keadaan lelah dibiarkan saja. Suami sedang menghadapi masalah, diabaikan begitu saja.
 Termasuk dalam urusan bercinta, sensitifitas seorang istri sangat menentukan ketertarikan suami. Karenanya Rasulullah menasehatkan kepada para istri agar mau memenuhi ajakan suami kapanpun ia menginginkannya.

4. Jujur dan Cerdas

Istri yang jujur tentu membuat hati suami condong kepadanya. Kecerdasan membuat nilainya lebih sempurna. Sebab kejujuran dan kecerdasan yang dipadukan akan menghasilkan pribadi istri yang menawan.
Adakalanya wanita jujur, tapi tidak cerdas. Akibatnya, ia bisa sering menyinggung suami. Ada pula wanita yang cerdas tapi tidak jujur. Ini tak kalah bahayanya.
Wanita yang berselingkuh dengan berbagai cara agar tidak ketahuan suaminya merupakan salah satu contoh negatif kecerdasan yang tidak disertai kejujuran.

5. Menarik dan Sensual & 6. Bergairah

Poin kelima dan keenam ini agaknya lebih khusus dalam masalah melayani suami. Atraktif adalah geraknya, sensual itu gayanya dan bergairah adalah semangatnya.

7. Feminim

Rasulullah melarang perempuan menyerupai laki-laki; maskulin. Jika berada di luar rumah, perempuan memang harus menjaga diri agar tidak tabaruj dan menggoda pandangan mata. Namun di rumah, ia harus menjadi sosok feminim yang lembut kepada suami.

8. Perhatian Terhadap Penampilan dan Pakaian

Sering kali wanita yang telah lama menikah tak lagi memperhatikan satu hal ini. Ia beranggapan sudah menjadi istri, sudah punya suami, sudah punya anak-anak sehingga tidak perlu berhias dan mempercantik diri.
Pakaian pun menjadi seadanya dan jarang variasi. Suka memakai pakaian lama dan terkesan jarang ganti. Ini perlu diubah jika seorang istri ingin membuat suaminya makin tertarik padanya.
Pakaian dan penampilan memang bukan hal utama, tetapi merupakan salah satu faktor ketertarikan suaminya.(keluargacinta.com)

Sumber : makassar.tribunnews.com

Inilah Alasan Rasullullah Melarang Suami Bepergian Pulang Malam Hari

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/06/13401844812129680488.jpg

Dikutip dari TribunTimur.Com

Bagi Anda yang beristri terutama kaum muslimin, pesan Rasulullah sekaligus adab dalam bepergian adalah, janganlah seorang laki-laki yang bepergian (safar), ia pulang mendatangi istrinya di malam hari. Mengapa?

Dalam kitab Al Ishabah, Ibnu Hajar Al Asqalani menceritakan asbabul wurud hadits yang melarang pulang safar di malam hari.

Telah beberapa hari sahabat itu bepergian. Dan malam ini, ia pulang ke Madinah dan langsung menemui istrinya. Betapa kaget dirinya, ternyata ada seseorang yang bertubuh tinggi besar tidur di samping istrinya.

Ia langsung menghunus pedang dan berniat menebas orang itu. Untungnya, ia terlebih dulu mencolek istrinya dengan pedang tersebut dan bertanya, “Siapa orang ini?”

“Ini Fulanah, si tukang sisir. Ia tadi mendandaniku dan karena terlambat pulang, ia menginap di sini,” jawab sang istri.

Alhamdulillah… hampir saja ia melakukan kesalahan fatal jika saja tidak bersabar dan langsung menebaskan pedangnya ke orang tersebut, yang ternyata adalah perempuan tukang sisir.

 Paginya, usai shalat Subuh, sahabat ini menghadap Rasulullah dan menceritakan kisahnya semalam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,
إِذَا دَخَلْتُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ طُرُوقاً
“Jika salah seorang dari kalian lama bepergian, janganlah ia mendatangi istrinya di malam hari” (HR. Ahmad)

Mengapa Rasulullah melarang seorang suami pulang safar menemui istrinya di malam hari? Dalam riwayat yang lain disebutkan alasannya.
إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوقًا حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَةُ وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ
“Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari maka janganlah ia mendatangi istrinya. (Berilah kabar terlebih dahulu) agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya” (HR. Muslim)

Inilah alasannya. Ketika ditinggal suaminya lama bepergian, lalu tiba-tiba suaminya datang di malam hari, dikhawatirkan istrinya tersebut tidak siap menyambutnya. Rambutnya masih acak-acakan.

Bulu-bulu rahasianya mungkin juga tidak terawat dan baunya sangat tidak sedap. Karenanya menurut para ulama, seorang suami makruh pulang dari bepergian secara tiba-tiba di malam hari, apalagi secara sembunyi-sembunyi. Kalaupun terpaksa pulang di malam hari, dianjurkan untuk menyampaikan kabar terlebih dulu.

Imam An Nawawi ketika menjelaskan hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim, beliau mengatakan bahwa larangan ini berlaku bagi yang bepergian lama dan datang mendadak tanpa pemberitahuan.

Adapun musafir yang sudah memberitahu sebelumnya, maka tidak termasuk dalam larangan ini.

“Adapun jika safarnya dekat dan istrinya pun mengharapkan kedatangannya pada malam hari, ” terang beliau, “maka pulang malam pun boleh. Begitu pula jika telah ada informasi awal yang memberitahukan kedatangannya kepada istri dan keluarganya, hal ini pun tidak mengapa.”

Imam Asy Syaukani menjelaskan dalam Nailul Authar bahwa hikmah dilarangnya musafir mendatangi istri pada malam karena kemungkinan ia mendapati istrinya yang tak menyadari kedatangannya, sehingga ia tidak siap membersihkan diri dan bersolek.

Mengapa suami perlu memberitahukan kedatangan dan istri perlu menyambutnya dengan bersih dan rapi? Demikianlah Islam mengatur sesuai fitrah manusia. Suami istri yang berpekan-pekan terpisah oleh safar tentu merasakan kerinduan dan menantikan kehangatan kasih sayang antara keduanya.

Islam pun mensunnahkan untuk mensegerakan berhubungan sekembalinya suami dari safar. Tentu hal itu bisa berjalan dengan baik jika keduanya telah siap; bersih, harum, rapi. Para sahabat dan shahabiyah sangat mengerti dengan sunnah ini. Itulah mengapa ketika Abu Thalhah pulang dari berjihad, Ummu Sulaim menyambutnya dengan hangat dan mengajaknya ke tempat tidur meskipun saat ini anaknya baru saja meninggal. Ummu Sulaim melupakan kesedihannya kehilangan putra dan tidak ingin suaminya terpikirkan kabar duka itu hingga kehilangan gairahnya. Justru karena kesabaran inilah, keesokan harinya Rasulullah mendoakan keberkahan bagi keduanya.

Bagaimana dengan zaman sekarang? Masih terlarangkan pulang malam dari bepergian, sementara terkadang kita dapat jadwal kendaraan (pesawat terbang atau kereta api) malam?

Di zaman dulu, memberikan kabar kedatangan tidak bisa secara tiba-tiba. Tetapi sekarang, semuanya menjadi mudah dengan adanya alat komunikasi (telepon atau HP). Kita bisa mengabarkan kepulangan kita melalui telepon, SMS, WhatsApp, BBM dan sejenisnya. Sehingga istri bisa bersiap-siap menyambut seperti sabda sang Baginda. Kendati demikian, pulang terlalu larut malam juga tidak baik karena bisa jadi istri telah tertidur atau tetangga terganggu dengan kedatangan kita.
Wallahu a’lam bish shawab. (Muchlisin BK/keluargacinta)

Sumber : makassar.tribunnews.com